MPU Aceh Sosialisasi Fatwa di Abdya

Kategori : Berita Rabu, 19 Agustus 2020

MPU Aceh Sosialisasi Fatwa di Abdya


Aceh Barat Daya - (Rabu 19 Agustus 2020), Meski dalam kondisi pandemi Covid-19, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh tetap mensosialisasikan fatwa-fatwa yang telah dihasilkan dalam sidang paripurna ulama. Hal ini dilakukan agar seluruh masyarakat di Aceh dapat memperoleh informasi terkait fatwa MPU Aceh. Kali ini MPU Aceh mensosialisasikan sebanyak 10 (sepuluh) fatwa ditambah satu Qanun Aceh Tentang Sertifikasi Halal yaitu Qanun Aceh Nomor 8 Tahun 2018 Tentang Sistem Jaminan Produk Halal kepada masyarakat, tokoh agama, serta ormas yang berada di Kabupaten Aceh Barat Daya.

Kesepuluh fatwa tersebut yaitu Fatwa MPU Aceh Nomor 4 Tahun 2011 Tentang Kriteria Aqidah Ahlussunnah Waljamaah, Fatwa MPU Aceh Nomor 3 Tahun 2018 Tentang Aqidah, Syari'ah (Fiqh) dan Akhlak, Fatwa MPU Aceh Nomor 4 Tahun 2017 Tentang Kitab-Kitab Tauhid yang Mukhtabarah di Aceh, Fatwa MPU Aceh Nomor 1 Tahun 2017 Tentang Jual Beli Secara Kredit Menurut Syari'at Islam.

Keempat fatwa ini disampaikan langsung oleh Wakil Ketua MPU Aceh, Tgk. H. Faisal Ali pada Kegiatan Sosialisasi Fatwa dan Hukum Islam MPU Aceh Tahun 2020 yang berlangsung di Aula Hotel Green Ariesta, Kabupaten Aceh Barat Daya pada tanggal 19 Agustus 2020.

Keenam fatwa lainnya yaitu Fatwa MPU Aceh Nomor 3 Tahun 2017 Tentang Penggunaan Obat Bernajis dan Penanganan Medis Dalam Pandangan Islam, Fatwa MPU Aceh Nomor 13 Tahun 2012 Tentang Imunisasi dan Vaksinasi, Fatwa MPU Aceh Nomor 3 Tahun 2015 Tentang Vaksin Polio Tetes, Fatwa MPU Aceh Nomor 6 Tahun 2019 Tentang Pencegahan Stunting Dalam Perspektif Hukum Islam, Fatwa MPU Aceh 7 Tahun 2015 Tentang Perlindungan Terhadap Perempuan dan Anak Dalam Perspektif Syari'at, Adat dan Psikologi, dan Fatwa MPU Aceh Tahun 2020 Tentang Tajhiz Mayat Covid-19 Menurut Tinjauan Fiqh yang disampaikan oleh Anggota MPU Aceh, Tgk. H. Abu Yazid Al Yusufi pada acara yang sama.

Kegiatan Sosialisasi Fatwa dan Hukum Islam ini dibuka langsung oleh Wakil Ketua MPU Aceh, Tgk. H. Faisal Ali. Dalam sambutannya Abu Faisal menegaskan Kegiatan Sosialisasi Fatwa dan Hukum Islam ini bukan karena Aceh sedang dalam kondisi Covid-19. "Kegiatan Sosialisasi Fatwa dan Hukum Islam Ini sudah direncanakan di program Tahun 2019. Jadi bukan program ini datang dengan tiba-tiba terkait dengan Covid. Jadi ini sekali lagi kami sampaikan program ini bukan karena covid," tegasnya saat membuka acara.

Pada kesempatan ini Abu Faisal menambahkan bagaimana sebuah fatwa itu dikeluarkan oleh MPU Aceh. "Sebelum fatwa itu dikeluarkan, itu harus melalui tahapan-tahapan yang harus kita lalui. Jadi masyarakat jangan memahami setiap yang diadukan ke MPU itu harus ada fatwa, ada proses yang harus kita lalui, "tambahnya.

"Kita telah mengeluarkan fatwa tentang tajhiz mayat Covid-19 menurut tinjauan fiqh. Itu kita datangkan tim ahli, 2 orang ahli virus kita datangkan dan tim tajhiz mayat dari Rumah Sakit Zainal Abidin. Sesudah itu lengkap baru kita bawa ke sidang paripurna. Disitulah para ulama-ulama mencari referensi dan mengkaji," lanjutnya.

Sebelumnya, Ketua Panitia yang juga Kepala Sekretariat MPU Aceh, H. Murni, SE., MM dalam Laporan Panitianya yang dibacakan oleh Kepala Bagian Hukum dan Komunikasi Publik Sekretariat MPU Aceh, Cut Rafiqah, SE dijelaskan kegiatan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hukum masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. "Memberikan pemahaman dan pencerahan hukum Islam kepada masyarakat, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya peraturan hukum Islam", jelasnya.

Dirinya juga menambahkan kegiatan ini diikuti sebanyak 50 peserta yang terdiri dari unsur Forkopimda Kabupaten Aceh Barat Daya, Tokoh Agama, Tokoh Ulama, Ormas, serta unsur terkait lainnya.

 

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32