Pola Hidup Bersih (makanan halal) dapat menghindari virus Corona

Kategori : Berita Selasa, 03 Maret 2020

Banda Aceh - (Selasa 3 Februari 2020), Syariat Islam telah mengatur dan mengingatkan kita semua terutama sekali bagi orang Islam dan juga bagi ummat yang lain agar senantiasa menjaga hal-hal yang terkait dengan unsur-unsur kehalalan. Hal tersebut diutarakan Plt. Ketua MPU Aceh, Tgk. H. Faisal Ali saat membuka Kegiatan Pembinaan Badan Otonom Tahun 2020 LPPOM MPU Aceh.

Abu Faisal menerangkan menurut para pakar, terkait virus yang sedang berkembang sekarang ini (Corona-red) salah satu yang dianjurkan adalah bagaimana pola hidup yang bersih. "Kalau kita lihat penjelasan dari para pakar yang terkait dengan virus yang sedang berkembang sekarang ini, salah satu yang dianjurkan adalah bagaimana pola hidup kita yang bersih, itu yang diingat-ingatkan", sebutnya.

Dalam Islam kebersihan sering dikenal dengan Annadhafatu Minal Iman. "Bahwa kebersihan walaupun dalam makna tertentu bahwa Nadhafah ini kita artikan bersih bahagian daripada keimanan, tentunya anjuran dari pakar sekarang ini agar kita hidup bersih salah satu yang bisa menghindari kita daripada virus yang sedang berkembang ini, adalah bahagian daripada anjuran dalam agama kita," tambah Abu Faisal.

Dengan lahirnya Qanun tentang halal yaitu Qanun Aceh Nomor 8 Tahun 2016 Tentang Sistem Jaminan Produk Halal. Perlu kerjasama semua pihak untuk menjalankan Qanun ini, tak hanya dilakukan oleh LPPOM MPU Aceh semata.

Dalam Khutbah Iftitahnya, Abu Faisal menyampaikan Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) MPU Aceh merupakan sebuah lembaga Otonom yang dibentuk oleh MPU Aceh dengan tugas menjalankan salah satu fungsi MPU Aceh untuk melindungi konsumen muslim berkaitan dengan mengkonsumsi makanan, minuman, obat-obatan maupun kosmetika. "Sebagaimana telah kita maklumi bersama bahwa LPPOM MPU Aceh merupakan sebuah lembaga Otonom yang dibentuk oleh MPU Aceh dalam rangka menjalankan tugas dna fungsinya yaitu melindungi masyarakat muslim yang terutama sekali yaitu daripada hal-hal yang haram", jelasnya.

Kegiatan yang mengangkat tema Peran Tim Terpadu Penataan dan Pengawasan Sistem Jaminan Produk Halal ini bertujuan untuk melahirkan sebuah pedoman pelaksanaan kerja tim terpadu dan auditor halal MPU Aceh, meningkatkan jumlah pelaku usaha halal di Aceh, serta mendorong dan mewujudkan masyarakat untuk taat dan patuh pada Syariat Islam.

Sebelumnya dalam laporan panitia kegiatan, Kepala Sekretariat MPU Aceh, Murni, SE., MM menyebutkan pertemuan tim terpadu ini mempunyai nilai yang sangat strategis. Tim terpadu harus memberikan jaminan kepada produsen yang telah mendapatkan label halal untuk bersaing di pasaran. "Pertama bahwa tim terpadu ini harus memberikan suatu jaminan kepada produsen yang telah memiliki label halal kepada produknya untuk bersaing di pasar yang lebih luas", sebutnya.

Oleh karena itu lanjut Kepala Sekretariat MPU Aceh pada kegiatan ini panitia menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidangnya. "Pada pertemuan kali ini, kita mengundang para pakar, yaitu pakar tim percepatan wisata halal dan pakar ekonomi. Untuk melihat apa sesungguhnya masalah yang dihadapi oleh produk dalam mengikuti pasar", katanya.

Kegiatan yang berlangsung sehari di aula Tgk. H. Abdullah Ujong Rimba ini menghadirkan tiga pemateri yaitu Tgk. H. Faisal Ali (Pimpinan MPU Aceh) dengan materinya Qanun Aceh Nomor 8 Tahun 2016 Tentang Sistem Jaminan Produk Halal; Drh. Fakhrurrazi, MP (Ketua LPPOM MPU Aceh) yang menyampaikan materi Pengawasan Sistem Jaminan Produk Halal Dalam Mewujudkan Aceh Halal; Dr. M. Shabri Abd. Majid, M.Ec (Pakar Ekonomi) Prospek Pasar Produk Halal Dalam Rangka Peningkatan Ekonomi Ummat; dan Rosalia Indah, ST., MM (Disperindag Aceh) dengan materi Kebijakan Perlindungan Konsumen Dalam Rangka Pengawasan Produk Halal.

Kegiatan ini diikuti sebanyak 100 peserta yang terdiri dari tim terpadu penataan dan pengawasan produk halal, auditor halal, pelaku usaha dan unsur terkait lainnya.

 

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32