MPU Aceh Keluarkan Fatwa Tentang Pengangkatan Anak (Adopsi) Menurut Perspektif Fiqh Islam

Kategori : Berita Rabu, 12 Februari 2020

Banda Aceh - (Rabu 12 Februari 2020), Menimbang bahwa keberadaan anak dalam sebuah rumah tangga merupakan dambaan setiap pasangan suami-istri, untuk mewujudkan keinginan tersebut terkadang pasangan suami-istri yang tidak dikaruniai anak menempuh jalan pengangkatan anak (adopsi). Dan sebahagian kasus pengangkatan anak (adopsi) yang terjadi ditengah-tengah masyarakat banyak menimbulkan permasalahan baik dari segi agama maupun sosial. Maka Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh memandang perlu untuk menetapkan Fatwa Tentang Pengangkatan Anak (Adopsi) Menurut Perspektif Fiqh Islam.

Dalam Draft Fatwa tersebut disebutkan bahwa Pengangkatan anak dalam arti menjadikan anak orang lain sebagai anak kandungnya sendiri dengan menghubungkan nasab kepada dirinya adalah haram. "Pengangkatan anak (tabanni) dalam arti menjadikan anak orang lain sebagai anak kandungnya sendiri dengan menghubungkan nasab kepada dirinya adalah haram", kata Kepala Sekretariat MPU Aceh, H. Murni, SE., MM saat membacakan Rancangan Fatwa tersebut.

Disebutkan pula jika pengangkatan anak tersebut dengan tujuan mewujudkan kasih sayang, pendidikan dan lainnya adalah dibolehkan. Namun dalam Islam pengangkatan anak harus memenuhi ketentuan diantaranya calon orang tua angkat dan calon anak angkat harus se-iman dan se-aqidah, orang tua angkat dan anak angkat tidak saling mewarisi dan tidak mempunyai hubungan perwalian, serta dilakukan melalui putusan Mahkamah Syar'iyah dan ketentuan lain yang dapat dipertanggung jawabkan.

Tak hanya mengeluarkan 5 poin Fatwa, MPU Aceh juga mencantumkan 4 butir Taushiyah dalam Draft Fatwa tersebut diantaranya diharapkan kepada Mahkamah Syar'iyah untuk memutuskan hukum anak angkat dengan memperhatikan ketentuan Syariat Islam dan Undang-undang lain yang tidak bertentangan dengannya, diharapkan pula kepada masyarakat yang hendak mengadopsi anak angkat untuk mempedomani Fatwa MPU Aceh.

Plt. Ketua MPU Aceh, Tgk. H. Faisal Ali setelah penutupan sidang menyebutkan permasalahan ini muncul setelah ditemukannya banyak kasus pengangkatan anak ditengah-tengah masyarakat yang belum sesuai dengan ketentuan agama. "Latar belakang kita memfatwakan dengan tema adopsi anak dalam perspektif fiqh ini karena banyak sekali kita temukan dalam pengangkatan anak ditengah-tengah masyarakat kita itu yang menurut kajian kita adalah tidak sesuai dengan ketentuan-ketentuan agama", jelasnya.

Abu Faisal juga berharap agar Mahkamah Syar'iyah dapat memperhatikan juga ketentuan-ketentuan syariat dalam hal anak angkat mendapatkan warisan. "Karena ketentuan akhir dalam sah tidaknya seseorang mengangkat anak ada di Mahkamah Syar'iyah, jdi kita berharap Mahkamah Syar'iyah memperhatikan sekali ketentuan-ketentuan syariat misalnya tentang proses mendapatkan warisan dan tidaknya seorang anak angkat", harapnya.

Pembacaan Draft Fatwa dilaksanakan pada penutupan Sidang Paripurna Ulama - I Tahun 2020 MPU Aceh, yang berlangsung di Aula Tgk. H. Abdullah Ujong Rimba, Sekretariat MPU Aceh. Sebelumnya para Ulama anggota MPU Aceh ini telah berdiskusi dan memberi berbagai masukan dalam pemaparan makalah-makalah dari narasumber yaitu Isnandar, AKS., M.Si (Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Dinas Sosial Aceh), Drs. H. M. Anshary MS, SH., MH (Mahkamah Syar'iyah Aceh) dan dari internal MPU Aceh Tgk. H. Muhammad Hatta, LC. M.Ed (Anggota MPU Aceh).

 

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32