Badan Kajian Hukum MPU Aceh Gelar Diskusi Dengan Mahasiswa

Kategori : Berita Senin, 09 Desember 2019

Banda Aceh - (Senin 9 Desember 2019), Produk hukum yang terkait dengan Syariat Islam, harus adanya pertimbangan dari Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh. Hal tersebut diutarakan oleh Wakil Ketua MPU Aceh, Tgk. H. Faisal Ali saat membuka Kegiatan Badan Otonom Tahun 2019 melalui Badan Kajian Hukum MPU Aceh. "Semua produk-produk hukum yang terkait dengan Syariat Islam itu harus diminta pertimbangan dari MPU Aceh sebelum disahkan," katanya.

Lanjut Abu Faisal dalam kegiatan diskusi yang bertemakan Peran dan Kewenangan MPU Terhadap Kebijakan Daerah ini, setiap produk Qanun di Aceh tidak boleh terlepas dari Syariat Islam. "Bahwa setiap produk Qanun di Aceh ini tidak boleh terlepas dari syariat Islam," lanjutnya.

Melalui forum ini, dihadapan peserta yang merupakan mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry ini, Abu Faisal berpesan agar mahasiswa mampu menyampaikan kepada publik bahwa Islam adalah rahmat bagi sekalian alam. "Bagaimana kita harus mampu menyampaikan kepada publik bahwa Islam itu betul-betul sebagai Rahmat," pesannya.

Sebelumnya saat membacakan laporan panitia, Kepala Sekretariat MPU Aceh, H. Murni, SE., MM menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk menjalin silaturahim dengan MPU dan juga mahasiswa mendapatkan informasi tentang peran dan kewenangan MPU Aceh. "Yang menjadi tujuan dari kegiatan ini adalah silaturrahmi dengan Majelis Permusyawaratan Aceh, yang kedua adalah mahasiswa mendapatkan informasi tentang peran dan kewenangan MPU Aceh, " jelasnya.

Kegiatan yang berlangsung satu hari penuh ini menghadirkan langsung pemateri dari Badan Kajian Hukum MPU Aceh yaitu Prof. Dr. H. A. Hamid Saring, SH., MH (Ketua BKH MPU Aceh) dengan judul materinya Qanun Aceh Nomor 2 Tahun 2009 Tentang Majelis Permusyawaratan Ulama, serta Muhammad Junaidi, SH., MH (Sekretaris BKH MPU Aceh) yang menyampaikan materi Qanun Aceh Nomor 13 Tahun 2017 Tentang Tata Cara Pemberian Pertimbangan Majelis Permusyawaratan Ulama.

 

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32