MPU Aceh Rumuskan Fatwa Pemeliharaan Lingkungan Hidup Menurut Hukum Islam

Kategori : Berita Rabu, 07 Agustus 2019

Banda Aceh - (Rabu 7 Agustus 2019), Maraknya terjadi kerusakan lingkungan di Provinsi Aceh menjadi bahan awal dalam pembahasan Sidang Paripurna Ulama - IV Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh. Dalam sidang yang digelar sejak 5 hingga 7 Agustus 2019 di aula Tgk. H. Abdullah Ujong Rimba komplek Sekretariat MPU Aceh tersebut, MPU Aceh berhasil merumuskan Rancangan Fatwa Tentang Pemeliharaan Lingkungan Hidup Menurut Hukum Islam.

Rancangan Fatwa itu diantaranya disebutkan bentuk kerusakan lingkungan yang berhubungan dengan hajat hidup manusia dan makhluk hidup lainnya meliputi kerusakan hutan akibat illegal logging, pencemaran sungai dan laut, kerusakan tanah dan sumber mata air akibat pertambangan serta pencemaran udara. "Hukum merusak lingkungan hidup adalah haram," sebut Kepala Sekretariat MPU Aceh Dr. Tgk. H. Syukri Bin Muhammad Yusuf, MA saat membacakan Rancangan Fatwa.

MPU Aceh juga meminta kepada pemerintah untuk memperketat perizinan dan menertibkan segala bentuk perbuatan yang mengakibatkan rusak lingkungan hidup. "Diminta kepada pengusaha yang terkait dengan lingkungan hidup untuk mematuhi hukum adat, peraturan dan perundang-undangan yang berlaku," tambahnya.

Pada akhir tausiyah Rancangan Fatwa itu juga disebutkan kepada pemangku kepentingan untuk mensosialisasikan Fatwa dan Taushiyah MPU Aceh.

Rancangan Fatwa ini dihasilkan setelah diskusi alot seluruh ulama Anggota MPU Aceh dalam Sidang Paripurna Ulama - IV Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh, setelah memperhatikan sejumlah materi dari Dr. Tgk. H. Abdul Gani Isa, SH., m.Ag (Anggota MPU Aceh) dengan judul materi Pemeliharaan Lingkungan Hidup Menurut Hukum Islam; Drs. H. Saidan Nafi. SH., m.Hum (Plt. Ketua MAA) Pemeliharaan Lingkungan Hidup Menurut Hukum Adat; dan Muhammad Nur, SH (Walhi) Pemeliharaan Lingkungan Hidup Menurut Hukum Positif.

Wakil Ketua MPU Aceh, Tgk. H. M. Daud Zamzamy menjelaskan tema yang diambil dalam Sidang Paripurna ini penting dikarenakan sangat berhubungan dengan kehidupan manusia. "Penting masalah lingkungan hidup, karena merupakan sangat ada hubungan kepada manusia sendiri, kalau kita tidak menjaga lingkungan hidup, maka kehidupan kita akan terganggu," jelasnya saat menyampaikan Khutbah Ikhtitam.(n)

 

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32