MPU Aceh Gelar Lokakarya Ulama-Umara

Kategori : Berita Selasa, 16 Juli 2019

Banda Aceh - (Selasa 16 Juli 2019), Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh menggelar kegiatan Lokakarya Ulama-Umara Bidang Muamalah Tahun 2019, yang berlangsung di Aula Tgk. H. Abdullah Ujong Rimba komplek Sekretariat MPU Aceh. Lokakarya ini dibuka langsung oleh Ketua MPU Aceh, Prof. Dr. Tgk. H. Muslim Ibrahim, MA.

Dalam Khutbah Iftitahnya, Abu Muslim menyampaikan terkait permainan PUBG yang telah dikeluarkan fatwa haramnya oleh MPU Aceh, salah satunya dikarenakan dalam game PUBG tersebut adanya unsur penghinaan terhadap simbul agama, "di PUBG terdapat penghinaan terhadap simbol-simbol keagamaan," jelasnya.

Abu Muslim juga berharap dari kegiatan Lokakarya ini bisa menghasilkan keputusan yang dapat dilaksanakan oleh unsur-unsur terkait, "semoga nantinya dari lokakarya ini bisa merumuskan program-program yang bisa dilaksanakan oleh semua pihak terkait," harapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan Lokakarya yang juga Kepala Sekretariat MPU Aceh, Dr. Tgk. H. Syukri Bin Muhammad Yusuf, MA saat membacakan laporannya menyampaikan Lokakarya Ulama-Umara Bidang Muamalah Tahun 2019 bertujuan untuk menyatukan persepsi sesama Ulama dan Umara dalam memahami Fatwa MPU Aceh Nomor 3 Tahun 2019 Tentang Hukum Game PUBG (Player Unknown's Battle Grounds) dan Sejenisnya Menurut Fiqh Islam.

Dirinya juga menambahkan, dari acara lokakarya ini, diharapkan dapat terbahasnya permasalahan aktual tentang permainan game PUBG dan sejenisnya di Aceh, terkajinya secara mendalam dan komprehensif serta sinergitas bagi ulama-umara dalam permasalahan permainan game PUBG dan sejenisnya di Aceh. "Meningkatnya kapasitas dan sumber daya ulama-umara terhadap penegakan Syariat Islam, meningkatnya peran dan fungsi ulama-umara dalam mensosialisasik an Syariat Islam," harapnya.

Lokakarya ini juga diharapkan dapat meningkatkan partisipasi ulama dalam memajukan penerapan Syariat Islam guna meningkatkan ketaatan ummat, meningkatkan partisipasi penegak hukum dalam hal penertiban permainan game PUBG dan sejenisnya. "Serta menghasilkan suatu keputusan yang sama para ulama-umara menyangkut permasalahan permainan game PUBG dan sejenisnya di Aceh," tambahnya.

Lokakarya yang berlangsung selama dua hari ini menghadirkan pemateri-pemate ri yang berkompeten dibidangnya yaitu Kombes Pol Ery Apriyono, S.I.K., M.Si (Kabid Humas Polda Aceh) yang menyampaikan materi Tinjauan Hukum Tentang Fatwa MPU Tentang PUBG Dikaitkan Dengan Penegakan Hukum Oleh Kepolisian Daerah Provinsi Aceh; Jasmadi, S.Psi, MA (Psikolog) dengan materinya Dampak Permainan Game PUBG Terhadap Perkembangan Phisikologis Anak dan Remaja; Prof. Dr. Tgk. H. Warul Walidin, Ak, MA (Anggota MPU Aceh) yang memaparkan Optimalisasi Penanggulangan Bahaya Game PUBG dan Sejenisnya Melalui Pendidikan; dan Drs. Aidi Kamal, MM (Kepala Bidang Pengawasan Syariat Islam Satpol PP dan WH Aceh) dengan materinya Peran Satpol PP dan WH Dalam Pelaksanaan Pengawasan Syariat Islam.

Kegiatan Lokakarya yang mengangkat tema Peran Ulama dan Umara Untuk Menegakkan Syariat Islam Dalam Rangka Memusnahkan Permainan Game PUBG dan Sejenisnya di Aceh ini diikuti sebanyak 85 peserta yang terdiri dari unsur ulama dan Umara, instansi terkait, tokoh masyarakat, serta ormas keagamaan.(n)

 

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32