MPU Aceh Keluarkan Fatwa Murabahah Multiguna

Kategori : Berita Kamis, 21 Februari 2019

Banda Aceh - (Kamis 21 Februari 2019), Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh mengharapkan kepada pimpinan Lembaga Keuangan Syariat di Aceh untuk berupaya membenahi, memperbaiki dan mengarahkan agar semua produk yang dilakukan oleh lembaga tersebut kepada masyarakat atau nasabah, agar sesuai dengan syariat Islam. Hal tersebut tercantum dalam salah satu butir Tausyiah MPU Aceh tentang Murabahah Multiguna Menurut Hukum Islam yang dibahas dalam Sidang Paripurna Ulama kesatu di tahun 2019, yang berlangsung sejak 19 hingga 21 Februari 2019, di Aula Serbaguna Tgk. Abdullah Ujong Rimba, Komplek MPU Aceh.

Tak hanya itu, MPU Aceh juga mengharapkan kepada pemerintahan Aceh dan Lembaga Keuangan Syariat untuk mensosialisasikan sistem perbankan dan keuangan syariat. Sementara dalam salah satu butir draft fatwanya menyebutkan bahwa sistem jual-beli dengan Murabahah Multiguna yang dilakukan oleh Lembaga Keuangan Syariat wajib memenuhi rukun dan syarat. "Murabahah Multiguna yang dilakukan oleh Lembaga Keuangan Syariat wajib memenuhi rukun dan syarat", sebut Kepala Sekretariat MPU Aceh, Dr. H. Syukri Bin Muhammad Yusuf, MA saat membacakan draft fatwa MPU Aceh tentang Murabahah Multiguna Menurut Hukum Islam. 

Dalam butir selanjutnya, Kepala Sekretariat MPU Aceh juga  menambahkan Murabahah Multiguna yang tidak sesuai dengan syariat hukumnya haram. "Murabahah Multiguna yang tidak sesuai dengan syariat hukumnya haram", tambahnya.

Sementara itu saat menyampaikan Khutbah Ikhtitamnya, Wakil Ketua MPU Aceh, Tgk. H. Muhammad Daud Zamzamy mengatakan dalam Sidang Paripurna Ulama pertama ini, MPU Aceh berhasil mengambil 5 butir kesimpulan yang menjadi draft fatwa MPU Aceh dan 1 butir tausyiah. Abu Daud berharap agar semua butir-butir draft fatwa tersebut dapat disosialisasikan kepada masyarakat. "Semua butir tersebut sudah menjadi milik MPU Aceh, artinya tanggung jawab kita bersama dan kita harus sampaikan butir-butir itu kepada daerah-daerah, terutama kepada pimpinan MPU daerah bersangkutan", harapnya.

Sidang Paripurna Ulama pertama MPU Aceh yang diselenggarakan sejak 19 hingga 21 Februari 2019 ini menghadirkan 3 pemateri yang berkompeten di bidangnya yaitu Ketua MPU Aceh, Prof. Dr. Tgk. H. Muslim Ibrahim, MA; Dirut Bank Aceh Syariah, H. Haizir Sulaiman, SH., MH; dan Dosen FEBI UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Dr. Nazaruddin A. Wahid, MA.(n)

 

 

 

 

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32