Koperasi di Aceh Belum Sesuai Syariah

Kategori : Berita Kamis, 04 Oktober 2018

Banda Aceh - Kamis (4 Oktober 2018), Masih banyaknya sistem simpan pinjam di koperasi yang dilakukan secara tidak syar'i di Aceh, mengakibatkan terpuruknya para pelaku usaha, terutama pedagang kecil di pasaran. Hal tersebut diutarakan Wakil Ketua MPU Aceh, Tgk. H. Faisal Ali saat menyampaikan khutbah iftitah pembukaan Lokakarya Ulama-Umara. "Ribuan koperasi di Aceh ini melakukan simpan pinjam dengan sistem yang belum sesuai dengan syariah", tegasnya.

Abu Faisal menambahkan perlu kerja sama semua pihak untuk membantu masyarakat agar terhindar dari riba, "MPU sangat sadar bahwa ini butuh kerja keras kita agar masyarakat kita terbebas dari unsur riba dan rentenir", tambahnya.

Lokakarya Ulama-Umara Bidang Muamalah MPU Aceh yang mengangkat tema Koperasi Syariah, Antisipasi Riba dan Rentenir ini bertujuan untuk menyatukan persepsi sesama Ulama dan Umara dalam merumuskan konsep keputusan hukum terkait Koperasi Syariah. Disamping itu dari Lokarkarya ini juga diharapkan akan menghasilkan suatu keputusan para Ulama dan Umara menyangkut masalah muamalah bidang Koperasi Syariah, antisipasi riba dan rentenir di Aceh.

Lokarkarya yang berlangsung selama dua hari ini menghadirkan 4 narasumber yaitu Ketua MPU Aceh - Prof. Dr. Tgk. H. Muslim Ibrahim, MA; Kepala Bank Indonesia Perwakilan Aceh - Zainal Arifin Lubis; Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (UKM) Aceh - Dr. H. Roeslan Abdul Gani, M.Pd; dan Guru Besar UIN Ar-Raniry - Prof. Nazaruddin AW, MA.

Sebanyak 85 orang peserta yang berasal dari instansi terkait, tokoh agama, tokoh akademis, ormas Islam di Aceh turut antusias berdiskusi dalam sesi tanya jawab Lokakarya Ulama-Umara yang dimoderatori oleh Kepala Sekretariat MPU Aceh, Dr. Tgk. H. Syukri Bin Muhammad Yusuf, MA dan Kepala Sub Bagian Komunikasi Publik MPU Aceh, Rufaidah, S.Ag., MSi.(n)

 

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32