Hukum Kebiri Kepada Pelaku Prostitusi

Kategori : Berita Kamis, 07 Juni 2018

MPU Aceh - Selasa (17 April 2018) Maraknya terjadi  kasus prostitusi di Provinsi Aceh selama ini, menjadi perbincangan hangat disemua kalangan. Tak lepas pula para ulama di seluruh Aceh, juga membahas kasus ini kedalam Sidang Paripurna Ulama, dengan mengangkat tema Hukum Kebiri Kepada Pelaku Prostitusi yang berlangsung sejak 17 hingga 19 April di aula MPU Aceh.

Sidang Paripurna Ulama pertama di Tahun 2018 ini menghadirkan narasumber langsung dari kalangan kesehatan yaitu dr. Dr. Jufriadi Ismi. M. Kes. Sp.U dengan makalahnya efek kebiri bagi pelaku prostitusi dalam tinjauan medis dan kesehatan, serta dari MPU Aceh Tgk. H. Hasbi Albayuni dengan makalahnya hukum kebiri bagi pelaku prostitusi dalam pandangan Syariat Islam.

Dalam sidang yang diikuti seluruh anggota MPU Aceh ini, melahirkan 4 butir Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Kebiri Kepada Pelaku Prostitusi dan 5 poin Taushiyah, yang dibaca langsung oleh Kepala Sekretariat MPU Aceh Mutiin S.IP.

Wakil Ketua II MPU Aceh, Tgk. H. M. Daud Zamzamy dalam khutbah ikhtitamnya menyampaikan, hukuman kebiri jika dilihat dari pandangan Islam tidak menjadikan solusi untuk menghambat perzinaan.

Sementara itu melalui komisi-komisi yang ada di MPU Aceh, Ketua MPU Aceh Prof. Dr. Tgk H. Muslim Ibrahim, MA berharap agar semua anggota MPU Aceh dapat terus berupaya semaksimal mungkin mensosialisasikan Fatwa-fatwa MPU Aceh kepada seluruh elemen masyarakat, agar tegaknya Syariat Islam di Aceh.(n)

 

 

 

 

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32