Indeks Berita

Ghazali Abbas Usul Zakat Pengurang Pajak Masuk RUU PPh

Kamis, 22 Juni 2017

Anggota DPD RI asal Aceh Drs Ghazali Abbas Adan yang juga anggota Majelis Syura Dewan Dakwah Aceh mengusulkan agar zakat sebagai pengurang pajak sebagaimana termaktub di dalam UUPA Pasal 192, dapat dimasukkan ke dalam Rancangan Undang Undang Pajak Penghasilan (RUU PPh). Menurutnya usul inisiatif DPD RI ini ia sampaikan saat berlangsungnya Uji Sahih RUU PPh tersebut di Universitas Medan (Unimed) beberapa waktu yang lalu.

“Alhamdulillah, usul inisiatif ini telah diterima oleh Tim Ahli RUU Pajak Penghasilan dan selanjutnya akan diserahkan kepada Prolegnas DPR RI untuk dibahas dan diputuskan,” kata Ghazali Abbas, Kamis (22/6).

Wakil Ketua Komite IV DPD RI yang membidangi keuangan ini sangat mengharapkan teman-teman anggota DPR RI dapil Aceh dapat mengawal dan memperjuangkannya untuk disahkan menjadi bagian dari UU PPh. Ia menambahkan bila hal itu terwujud, maka muzakki dan wajib pajak di masyarakat Aceh tidak lagi merasakan pembayaran ganda, yakni membayar zakat dan pajak sekaligus sebagaimana terjadi selama ini.

“lebih dari itu agar ada sinergisitas dengan wakil-wakil Aceh di Senayan dalam upaya perjuangan ini, sekali lagi saya harapkan Pemerintah Aceh di bawah komando Tgk Agam dan Pong Nova setelah di lantik nanti agar segera membentuk tim advokasi UUPA, sekaitan dengan pelaksanaan pasal 192 UUPA tersebut,” ungkap Ghazali Abbas.

Senator asal Pidie ini juga berharap usaha ini juga mendapat dukungan penuh dari anggota DPRA, Lembaga Baitul Mal Aceh dan Ormas Islam di Aceh serta Akademisi, Ulama dan Santri Aceh.  Menurut Ghazali, tidak ada alasan bagi Pemerintah Pusat untuk tidak menyetujui pengimplementasian pasal tersebut, karena UUPA merupakan lex specialis. Dan salah satu lex specialis Aceh adalah tentang Zakat.

“jika usaha bersama ini berhasil, akan dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh Wajib Pajak (WP) dan Muzakki di Aceh. Dan Insha Allah Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor ini semakin bertambah, yang semuanya akan bermuara kepada peningkatan kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat Aceh,” tegas Ghazali Abbas.

Seperti diketahui Mantan Abang Jakarta ini telah beberapa kali menyampaikan persoalan tersebut di tingkat Kementerian atau Dirjen terkait. Bahkan sudah pula mengirim surat langsung kepada Presiden RI dalam rangka mendukung surat Gubernur Aceh tentang implementasi zakat sebagai pengurang pajak.

Yang terakhir ia juga sudah mengirimkan Petisi yang ditandatangi oleh berbagai stakeholder di Aceh kepada Presiden RI. Isi petisi tersebut salah satunya adalah meminta kepada Bapak Presiden untuk mengeluarkan kebijakan agar ketentuan Pasal 192 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 dapat dilaksanakan di Aceh.


Jelang Lebaran, Baitul Mal Aceh Bantu 1.978 Fakir Miskin

Kamis, 22 Juni 2017

 

Banda Aceh – Baitul Mal Aceh kembali salurkan bantuan santuan Ramadhan tahun 2017 kepada 1.978 fakir miskin yang berada di Aceh Besar. Penyerahan secara simbolis diserahkan Gubernur Aceh yang diwakili Asisten II Setda Aceh Drs. H.Saiba Ibrahim di masjid Baitul Makmur, Sibreh Aceh Besar, Kamis (22/06/2017).

Plh Kepala Baitul Mal Aceh, T Sulaiman, SE mengatakan setiap mustahik mendapatkan Rp 700.000 dengan jumlah total sebesat Rp. 1,3 Miliar. Bantuan ini diharapkan dipergunakan sebaik mungkin untuk kebutuhan Ramadhan atau pun hari raya.

“Memang bantuan ini tidak begitu besar, namun setidaknya sudah meringankan beban mereka, apalagi beberapa hari lagi akan menghadapi lebaran, tentu sangat banyak keperluan rumah tangga,”ujar T Sulaiman.

Ia meminta bantuan yang diterima mustahik tersebut agar tidak dipergunakan untuk membeli rokok atau hal-hal yang tak bermanfaat lainnya, sebab dana tersebut dari sumber zakat yang dititipkan muzakki dengan ikhlas ke Baitul Mal Aceh.

Sementara itu, Asisten II Setda Aceh Drs. H.Saiba Ibrahim mengatakan zakat merupakan bantuan sosial. Apalahi bantuan ini disalurkan pada bulan Ramadhan yang merupakan bulan sosial yaitu bulan saling berbagi.

“Dan momen ini sangat tepat untuk disalurkan bantuan konsumtif seperti ini mengingat masyarakat sangat membutuhkannya,” ujar Saiba di sela-sela penyerahan secara simbolis.

ia menginginkan pendapatan zakat di Baitul Mal Aceh maupun kabupaten/kota terus meninkat, sehingga semakin banyak zakat dapat dikumpulkan semakin banyak pula mustahik yang bisa dibantu.

“Kita ucapkan terimakasih kepada muzakki yang telah mempercayai pemerintah dalam mengelola zakat mereka, dengan adanya zakat, fakir miskin sudah terberdayakan,” imbuhnya.

Selain penyaluran zakat oleh Baitu Mal Aceh, di tempat yang sama juga disalurkan zakat Baitul Mal Aceh Besar. Pada penyerahan tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Aceh Besar, Drs Syamsul Rizal, M Kes dan beberapa kepala dinas lainnya.

Dalam sambutannya ia menyampaikan selama ini dengan dana zakat sudah banyak membantu fakir miskin di kabupaten Aceh besar. Sejak tahun 2007, Baitul Mal Aceh besar telah membangun 650 unit rumah, menyantuni fakir uzur, santunan Ramadhan, bantuan dayah dan beberapa program lainnya.

“Sama seperti Baitul Mal Aceh, di Aceh Besar juga memberikan bantuan pinjaman modal usaha bagi mereka yang memiliki usaha kecil, supaya mendorong peningkatan pendapatan mereka.”tandas Syamsul Rizal.[]

 


BMA Serahkan Bantuan Masa Panik Kebakaran Lamreung

Rabu, 21 Juni 2017

Banda Aceh – Baitul Mal Aceh (BMA) menyerahkan bantuan masa panik kepada tiga keluarga yang terkena musibah kebakaran rumah di Lamreung, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Rabu (21/06/2017). Ketiga kepala keluarga tersebut antara lain, Abdurrahman, Safrida dan Aisyah.

Bantuan dalam bentuk dana tunai diserahkan langsung Plh Kepala Baitul Mal Aceh, T Sulaiman SE yang didampingi Kepala Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Zakat, Rizky Aulia dan Kepala Bidang Pengumpulan Zakat, Jusma Eric.

“Satu keluarga kita kasih Rp 2 juta, memang bantuan ini tidak terlalu besar, setidaknya sudah meringankan beban mereka yang terkena musibah, apalagi menjelang lebaran sangat butuh uluran tangan kita semua,” ujar T Sulaiman.

Selama ini Baitul Mal Aceh sangat intens membantu masyarakat yang terkena musibah kebakaran. Setiap tahunnya Baitul Mal Aceh menganggarkan dalam program insidentil.[]


Program Unggulan Baitul Mal Aceh yang Menyejahterakan

Jumat, 16 Juni 2017

Dalam pemberdayaan zakat, Baitul Mal Aceh terus melakukan terobosan demi terobosa dalam upaya pengentasan kemiskinan di Aceh. Salah satu terobosan yang dilakukan di bidang ekonomi adalah dengan program sektor produktif yaitu pemberian pinjaman modal usaha tanpa bunga (Qadlul Hasan) kepada ribuan fakir miskin di Aceh.

“Alhamdulillah program yang dilaksanakan ini berjalan dengan baik dalam upaya mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan taraf hidup penerima manfaat,” kata Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh T Sulaiman.

Ia menyebutkan hingga saat ini ada sebanyak 1.583 mustahik yang dibina oleh baitul Mal Aceh dengan penerima manfaat tersebut merupakan pelaku usaha kecil yang sudah terilit utang dengan rentenir.

Kemudian, bantuan alat kerja untuk sektor pertanian, perdagangan, nelayan, dan industri rumah tangga dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi pada sektor yang ikut berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya dengan pemberian alat kerja tersebut akan mempermudah para mustahik dalam berkerja dan mengoptimalkan usaha serta kegiatannya sehingga mampu meningkatkan pendapatan dan memenuhi kebutuhan biaya hidup keluarga sehari-hari.

Untuk bidang pendidikan, Baitul Mal Aceh memprogramkan bantuan beasiswa dan bantuan pendidikan kepada siswa dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang ada di provinsi ujung paling barat Indonesia tersebut.

Ada pun beberapa program beasiswa yang diberikan BMA tersebut antara lain beasiswa penuh tahfidh Al Qur’an untuk anak miskin, beasiswa berkelanjutan tahfidh Al Qur’an bagi mahasiswa, beasiswa penuh kewirausahaan untuk anak miskin, pelatihan life skill (pelatihan babysitter dan anak berkebutuhan khusus, ketrampilan komputer, desain grafis dan ketrampilan berkarakter bagi remaja dari keluarga miskin dan beasiswa penuh anak muallaf yang berada di daerah rawan aqidah.

Lembaga pengelola ZIS tersebut juga terus berinovasi dalam pengembangan programnya yakni sejak tahun 2016, Baitul Mal Aceh membuat program baru yang sebut Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS). Pada tahun 2016 Baitul Mal Aceh baru mampu memberikan kepada 96 mahasiswa, dengan rincian untuk UIN  dan Unsyiah masing-masing 48 mahasiswa.

Ia mengatakan beasiswa tersebut merupakan program baru Baitul Mal Aceh tahun 2016 sebagai upaya pengentasan kemiskinan di Aceh dan menurunkan angka putus sekolah.“Jika program ini sukses maka Baitul Mal akan terus meningkatkan jumlah penerimanya,” katanya.

Ia menyebutkan untuk program  tahun pertama Baitul Mal Aceh menganggarkan dana sebesar Rp1,2 milyar. Besaran nominal yang akan diperolah setiap mahasiswa berdasarkan kebutuhan dan standar kedua universitas negeri tersebut yang meliputi biaya SPP, uang jajan dan biaya untuk tempat tinggal.

Menurut dia dana yang diplotkan untuk program tersebut bersumber dari zakat dan calon penerima beasiswa tersebut berasal dari keluarga miskin.

“Calon penerima manfaat tersebut dilakukan verifikasi oleh tim di BMA dan sudah menjadi tanggungjawab kami untuk melakukan verifikasi dan kelayakan terhadap calon penerima sehingga program yang dgulirkan ini tepat sasaran,” katanya.

Ia mengatakan dengan adanya program beasiswa tersebut dapat bermanfaat dan para lulusan menjadi sarjana pelopor pemberdayaan masyarakat dan duta zakat, sehingga semakin banyak muzakki yang menyetor zakat ke Baitul Mal.

Kemudian untuk sektor sosial, salah satu program BMA adalah bantuan fakir uzur sebanyak 2.000 mustahik di mana setiap mustahik mendapat santunan Rp400 ribu setiap bulan seumur hidup.

“Bantuan ini diberikan mengingat banyak orang tua yang tidak produktif lagi atau ada yang sakit-sakitan sehingga teringankan beban mereka dengan adanya bantuan dari program yang digulirkan oleh BMA ini,” katanya.

Program lainnya dari program tersebut adalah program sunatan untuk anak dari keluarga miskin, bantuan untuk perempuan dan anak korban kekerasan dari keluarga miskin, bantuan untuk keluarga narapidana dan keluarga penderita gangguan jiwa.

Penerimaan Zis Baitul Mal 2016 Rp 237 Milyar

Penerimaan Zakat, Infaq dan Sedekah (ZIS) Baitul Mal Aceh dan Baitul Mal kabupaten/kota se-Aceh pada tahun 2016 sebesar Rp 237 milyar atau naik dari tahun 2015 Rp220 milyar.

“Alhamdulillah, ini patut kita syukuri peran Baitul Mal selama ini semakin nyata sehingga kepercayaan masyarakat pun semakin meningkat,” katanya Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh T Sulaiman.

Ia menjelaskan penerimaan zakat di lembaga tersebut dari tahun ke tahun meningkat menyusul tingginya kesadaran masyarakat dalam menunaikan rukun Islam keempat tersebut.

Menurut Sulaiman, peningkatan penerimaan zakat pada 2016 juga tidak terlepas dari peran sosialisasi amil Baitul Mal ke instansi-instansi vertikal, swasta, organisasi dan kepada perorangan dan keterbukaan Baitul Mal dalam pengelolaan serta penyaluran zakat menambah perhatian para muzakki.

Selain itu, layanan pembayaran zakat juga sudah bisa dilakukan melalui ATM Bank Aceh, sehingga masyarakat dengan mudah melakukan transaksi tanpa harus ke kantor Baitul Mal untuk menyetor zakatnya.[]

 


Mahasiswa Statisik Unsyiah Praktik Analisis di Baitul Mal Aceh

Senin, 12 Juni 2017

Banda Aceh – Beberapa mahasiswa Statistik Mipa Unsyiah lakukan praktik tugas kuliah analisis di kantor Baitul Mal Aceh. Program yang menarik bagi mereka untuk dianalisa yaitu program Zakat, Infaq dan Shadaqah (ZIS) Produktif peminjaman modal usaha.

Yang menjadi fokus pada kegiatan mereka yaitu menganalisis waktu pembayaran angsuran pertama dana modal usaha mustahik ZIS Produktif kategori lancar dan diragukan. Syarat utama dalam aplikasi analisis survival adalah adanya durasi/interval waktu terjadinya suatu peristiwa atau event.

Seorang mustahik dikategorikan lancar apabila pembayaran angsuran bantuan modal usaha tersebut tidak terlambat lebih dari tiga bulan. Sedangkan mustahik dikategorikan diragukan apabila terjadi tunggakan pembayaran antara empat hingga enam bulan.

Jumlah sampel kasus yang digunakan untuk mustahik kategori lancar dan diragukan masing-masing 50 dan 38 kasus. Data lama waktu pembayaran angsuran pertama dikategorikan tersensor apabila waktu pembayaran angsuran tersebut lebih lama dari dua bulan sejak sejak tanggal bantuan itu diterima.

Analisa data dalam penelitian ini menggunakan model cox proporsional hazard (cox PH). Model tersebut digunakan untuk mengidentifikasi variabel-variabel yang berpengaruh terhadap lama waktu pembayaran angsuran pertama data bantuan modal usaha.

Dari enam variabel yang diteliti, 3 diantaranya memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel lama waktu pembayaran angsuran pertama modal usaha untuk kelompok mustahik kategori lancar pada tingkat signifikan 0.1.

Ketiga variabel tersebut adalah jenis kelamin mustahik, pekerjaan, dan jumlah dana yang dipinjam. Sedangkan untuk kelompok mustahik yang diragukan hanya dipengaruhi oleh variabel jumlah biaya yang dipinjam melalui ZIS Produktif.[]

 

 


Tingkatkan Syiar Ramadhan, Baitul Mal Aceh Selenggarakan MTQ by Phone

Jumat, 09 Juni 2017

Baitul Mal Aceh berkerjasama dengan Radio  Serambi FM yang mengudara lewat frekwensi 90.2 MHz, menggelar musabaqah tilawatil Quran (MTQ) via telepon, setiap Senin-Jumat, pukul 11.00-12.00 Wib, selama Ramadhan 1438 H.

Executive Producer Serambi FM, Achyar Abdullah mengatakan, siaran langsung ini diperuntukkan bagi seluruh pendengar Serambi FM, dewasa remaja, hingga anak-anak. Selain bisa disimak melalui radio konvensional, siaran Serambi FM juga bisa dinikmati melalui streaming (fasilitas internet).

“Yang jelas program MTQ via telepon ini merupakan salah satu cara Serambi FM dalam memuliakan dan menyemarakkan Ramadhan, di samping memotivasi pendengar kami untuk mencintai Alquran. Kenapa kita lombakan? Tentu supaya lebih bersemangat. Tak perlu sungkan atau malu. Siapapun ikut saja,” ajak Achyar.

Menurutnya, festival pemuliaan kitab suci Islam ini, sepenuhnya disponsori Baitul Mal Aceh. Bingkisan menarik akan menjadi hadiah dari program bertajuk Tilawah Ramadhan Serambi FM tersebut.

Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh, T Sulaiman SE, mengatakan program Tilawah Ramadhan Serambi FM cukup baik dan perlu didukung. Apalagi program tersebut selaras dengan program Baitul Mal Aceh, yang setiap tahun memberi penghargaan dan memotivasi generasi muda Aceh, agar mempelajari, mendalami, dan mencintai Alquran.

MTQ by phone ini Selasa (30/7) kemarin, dipandu penyiar Veya Artega, bersama dua orang juri, Ustadz Munzirin dan Ustadz Syibran Malasi. Menurut Munzirin, program Tilawah RamadhanSerambi FM cukup bagus. Jarang yang punya kepedulian seperti ini. “Ini sangat memotivasi pendengar untuk memperbaiki bacaanya. Dengan kesinambungan membaca Alquran insya-Allah akan menambah amalan dan bekal hidup menghadapi hari akhir nanti,” kata Munzirin.

Senada dengan itu, Ustadz Syibran Malasi mengatakan, Tilawah Ramadhan Serambi FM, bagus sekali sebagai kegiatan yang bernilai ibadah. Sesibuk apapun, seharusnya kita memang mempelajari Alquran. “Program ini insya-Allah akan memotivasi kita untuk belajar dan lebih mencintai Alquran. Bagi peserta yang ikut, kami menilai dari sisi tajwid, irama dan suara, serta pashahah atau kefasihan. Ikutlah kegiatan ini.” imbaunya.

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya dalam mengisi progam Ramadhan, Serambi FM tetap menggelar kuis-kuis. Antara lain Kuis Dapur Ramadhan (Senin-Minggu, pukul 15.00-14.00 Wib, didukung sirup Sarang Tawon), Kuis BPRS Hikmah Wakilah (Senin-Minggu, pukul 14.00-15 Wib, Kuis KBS Samara (Yayasan Bungong Meulu Banda Aceh, Minggu pukul 10.00-11.00 Wib). Melengkapi itu, Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam, juga ambil bagian dalam program Serambi Spiritual, setiap Senin-Jumat pukul 10.00-11.00 Wib, yang mengetengahkan penceramah-penceramah kondang, yang berlatar belakang kampus UIN Ar-Raniry, Unsyiah, MPU Aceh, dan dayah-dayah Banda Aceh dan sekitarnya.

Siaran tausiyah juga mengudara pada pukul 16.30-17.30 Wib, terselenggara atas kerja sama dengan Kantor Kementerian Agama Kota Banda Aceh. Semua siaran langsung tersebut tetap memberlakukan nomor interaktif (0651) 637172 dan 0811689020.(nan)

sumber: Serambi Indonesia


Ini Empat Hikmah Ramadhan

Jumat, 02 Juni 2017

Resume Kajian Ramadhan Baitul Mal Aceh yang disampikan Dr Abiza M Yati, Lc

Tidak ada nikmat Allah yang patut disyukuri selain bertemu dengan bulan Ramadhan. Yang mendapatkan Ramadahan merupakan orang-orang pilihan. Bila pada Ramadhan dulu kita masih bisa bersama kawan tersebut, tapi kini mungkin dia telah pergi.

Para sahabat Nabi menangis ketika di penghujung Ramadhan karena mereka sedih akan berpisah dengan bulan yang penuh agung. Maka patut kita bersyukur karena masih dipertemukan dengan bulan Ramadhan.

Ketika Ramadhan tiba, setidaknya Ada empat hikmah Ramadhan yang perlu kita pahami.

1. Bulan Penyeleksian
Berpuasa adalah ujian besar, karena bagi yang puasa mendapatkan ujian kesulitan disana. Kita meninggalkan makananan enak dan kenikmatan-kenikmatan lainnya. Dengan puasa Allah menyeleksi kita, mampukah kita berpuasa dari terbit fajat hingga tergelincir matahari.

Allah katakan dalam Qur’an bahwa setiap manusia yang beriman akan diuji keimanannya. Para sahabat yang lulus seleksi mereka sudah dijamin oleh Allah. Ketika berperang ada kesulitan air, sampai wafat mereka pertahankan lapar. Allah ridha kepada mereka dan mereka juga ridha kepada Allah, karena mampu mengorbakan jiwanya kepada Allah.

Di negara-negara tertentu ada puasa selama 22 jam, ada lagi tempat yang panas seperti di Sudan dan negara Timur Tengah. Ini sebuah ujian keimanan, beda dengan kita di Indonesia yang tropis.

Ramadhan bulan qiyamul lail. Mampukah kita bertahan dengan shalat malam. Ketika tarawih, biasanya Nabi baca ayat jumlahnya hingga 200 ke atas. Sahabat di bawah itu. Beda dengan kita mencari ayat yang pendek. Sebenarnya shalat tarawih ini kita mencari yang panjang. Orang-orang yang mampu inilah yang lulus seleksi. Kata Rasul, siapa yang mampu puasa dan tarawih dengan iklas akan Allah ampunkan dosanya.

2. Bulan Perlombaan
Rasul adalah manusia yang paling dermawan, ketika puasa kedermawanannya semakin tinggi. Pada masa Rasul pernah terjadi perang, Rasul ceramah untuk penggalangan dana. Usman r.a tunjuk tangan akan sumbang 100 ekor unta.

Sampe ketiga kali Usman usman sumbang 300 ekor unta lengkap peralatan perang. Itulah mereka berlomba dalam berinfaq. Belum dinamakan baik ketika belum disumbangkan apa yang paling dicintainya. Mungkin selama ini yang selama ini menghambat rezeki kita karena ketika berinfaq masih berfikir. Imam Syafiie dalam bulan Ramadhan khatam Qur’an 60 kali. Beda dengan kita sudah banyak habis waktu buka smartphone.

3. Bulan Perjuangan
Karena bulan ini bulan dimana Alllah printahkan untuk berjihad pada masa Rasul. Padahal ummat Islam saat itu masih minim, namun para sahabat tetap menjalankannya, jadi jangan kita anggap bulan Ramadhan bermalas-malasan atau tidur.

4. Bulan Membentuk Kepribadian Diri
Allah minta kita menahanan nafsu, Allah suruh latih mulut, jangan sampai masuk ke mulut harta haram. Akan datang suatu masa manusia tidak menghiraukan lagi dari mana sumber rezki, halal atau haramkan. Nabi adam, sekali saja makan haram, Allah usirkan dia dari surga. Mulut ini ucap ucapkan kata kotor, maka Ramadhan jadikan bulan tidak berupat, kalau ada yang mengajak kita berupat, maka bilang saya sedang puasa. Maka orang yang puasa adalah orang yang jaga mulutnya.

Kemudian jaga kemaluan, padahal istri kita halal, tapi Allah minta kita untuk menahannya di bulan Ramadhan di siang hari. Kalau yang halal saja bisa kita tinggalkan apalagi yang haram.

Maka jadikan Ramadhan sebagai bulan taubah, apalagi syeitan diikat. Namun ada juga yang buat keburukan, jadi pertanyaan setan mana yang bermain? Musuh diikat malah kita tak mampu meningkatkan amal shalih kita. Inilah syahwat dan hawa nafsu kita. []


PLN Berikan Kompensasi bagi Masyarakat yang Kena Pemadaman Bergilir

Rabu, 31 Mei 2017 Masyarakat yang mengalami pemadaman listrik selama bulan Mei 2017 ini akan menerima kompensasi dari pihak PLN pada pembayaran bulan Juni 2017.

Isi Ramadhan, Bappeda Aceh Gelar Kegiatan Menghafal Alquran

Selasa, 30 Mei 2017 Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh melaksanakan kegiatan menghafal Alquran bagi anak karyawan dan karyawati kantor tersebut.

Terkait Kekurangan Arus Listrik, DPR Aceh Gelar Rapat dengan PLN Wilayah Aceh

Selasa, 30 Mei 2017 Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) merespon keluhan masyarakat terkait seringnya pemadaman listrik dengan memanggil institusi terkait ke DPR Aceh, Selasa (30/05/2017).